Strategi Pemberantasan Nyamuk Aman Lingkungan: Potensi Bacillus thuringiensis Isolat Madura Sebagai Musuh Alami Nyamuk Aedes aegypti

Zulfaidah Penata Gama, Bagyo - Yanuwiadi, Tri Handayani Kurniati

Abstract


Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui toksisitas Bacillus thuringiensis isolat Madura terhadap berbagai instar larva nyamuk Aedes aegypti dan pengaruh toksin yang dihasilkan oleh                         B. thuringiensis isolat Madura terhadap struktur epitel dan jaringan usus larva nyamuk A. aegypti. Penelitian dilakukan dengan menggunakan rancangan percobaan faktorial, dengan kombinasi perlakuan ditempatkan menurut RAK dan diulang 3 kali. Setelah rearing larva nyamuk, dilanjutkan dengan pembuatan suspensi bakteri dengan seri pengenceran 100–10-5. Jumlah bakteri dihitung, diikuti perhitungan jumlah spora bakteri dengan metode TVSC, kemudian dilanjutkan uji toksisitas bakteri terhadap berbagai instar larva nyamuk. Setelah 24 jam kemudian dihitung jumlah larva yang mati. Tingkat kerusakan yang ditimbulkan oleh bakteri dilihat dengan cara dibuat irisan melintang larva nyamuk dengan metode parafin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa toksisitas bakteri B. thuringiensis isolat Madura dalam membunuh larva nyamuk instar I sampai 88,89%. Toksisitas yang tinggi tersebut terdapat pada kepadatan bakteri sebanyak 1,51x108 selml-1, tetapi untuk kepadatan bakteri di bawahnya kurang efektif dalam membunuh larva nyamuk Aedes aegypti. Pada kepadatan bakteri tertinggi, semakin tua umur stadium larva nyamuk maka semakin resisten terhadap terhadap serangan toksin yang dihasilkan oleh bakteri B. thuringiensis isolat Madura. Nilai LC50-24 jam untuk instar I sebesar 8,08x107 selml-1, instar II sebesar 9,09x107 selml-1, instar III sebesar 3,94x108 selml-1 dan instar IV sebesar 2,66x108 selml-1. Pengaruh kristal toksin B. thuringiensis isolat Madura terhadap struktur epitel dan jaringan usus tampak pada jaringan usus yang tidak utuh dan inti sel epitel hancur serta bagian dalam usus berlubang-lubang, sedangkan bagian luarnya berwarna hitam. Kata kunci: Aedes aegypti, Bacillus thuringiensis, musuh alami, pemberantasan

 

 

Abstract

The aim of this study is to investigate toxicity of Bacillus thuringiensis which is isolated from Madura Island as natural enemy of Aedes aegypti larvae. The larvae of Aedes aegypti were reared to provide F2 generation in the laboratory. Larvae selection was carried out by exposing the first, second, third and fourth instar larvae of Aedes aegypti  (15 larvae in each dilution) for 24 hour to each concentration of Bacillus thuringiensis was isolated from Madura island which had been determined LC50-24 h to cause about 50% larvae mortality. Number of bacteria spora is known with TVSC method. Cross section of larvae is made with paraffin method to know level of destruction due to bacteria. The result of the study indicated that Bacillus thuringiensis  isolated from Madura Island able to  kill first instar of Aedes aegypti larvae until 88,89%. High toxicity of bacteria in the density of bacteria cell is 1,51x108 cellml-1. The bacteria cell density less than 1,51x108 cellml-1 not effective. In the highest density, the older stadium of larvae more resistance than the younger stadium larvae. Average of LC50-24 h for first instar larvae is 8,08x107 cellml-1, second instar is 9,09x107 cellml-1, third instar is 3,94x108 cellml-1 and fourth instar is 2,66x108 cellml-1. The toxin’s of Bacillus thuringiensis effects affect structure of epitel and intestine tissue of Aedes aegypti larvae are not complete. This phenomena indicates that Bacillus thuringiensis from Madura Island have its potential to become biocontrol of Aedes aegypti.

Keywords: Aedes aegypti, Bacillus thuringiensis, biocontrol, natural enemy


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.