Program Permukiman Kembali Penduduk Bantaran Sungai Brantas di Kota Malang, Jawa Timur

Agung Wicaksono

Abstract


Abstrak

Kebutuhan perumahan di daerah perkotaan selalu meningkat pesat. Di sisi lain pengadaan perumahan di daerah perkotaan sangat terbatas sehingga masalah pemenuhan kebutuhan perumahan sampai saat ini masih sulit dipecahkan, terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Salah satu kebijakan dalam mengatasi permasalahan permukiman yaitu melalui program permukiman kembali penduduk yang tinggal di bantaran sungai ke lokasi permukiman baru sebagai upaya mewujudkan permukiman yang layak huni serta untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi Program Permukiman Kembali Kota Malang. Berdasarkan kajian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa program tersebut masih belum memberikan pengaruh terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. Berdasarkan hasil penelitian ini maka, konsep program permukiman kembali yang akan akan dikembangkan harus lebih komprehensif yaitu memadukan antara aspek fisik dengan aspek sosial-ekonomi masyarakat.

Kata kunci: bantaran sungai, perencaan kota, permukiman kembali

 

Abstract

The needs of settlement in urban area increase dramatically. However, space and resource in urban area were limited and causes many problems in urban planning and development. It is particularly important in order to increase well being of poor community in urban area. Resettlement program principally designed to increase the quality of settlement of poor community in watershed area. This research was used to evaluate resettlement program in Malang City, East Java. Result of the study shows that such program fail to improve human well being. Therefore, the resettlement program should be improved by integrating physical and socio-economical aspect comprehensively in order to meet program’s goals and its sustainability.

Keywords: resettlement program, Brantas watersheed area, urban planning


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.