Strategi Pemberdayaan Masyarakat Hutan Mangrove Berbasis Strategi Konservasi di Desa Curahsawo, Kabupaten Probolinggo

Sasanti Sih Subekti

Abstract


Tujuan penelitian ini adalah merumuskan rancangan strategi pemberdayaan masyarakat hutan mangrove berdasar pada strategi konservasi. Ditinjau dari kondisi tahapan tingkat keberdayaan masyarakat yang diketahui berada di level 2 (dua) dengan penilaian tahapan afektif dan kognitif masih tergolong rendah, tahapan psikomotorik masih setengah terampil (semiskilled) dan tahapan konatif “bersedia ikut serta”, maka upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan tingkat keberdayaan tersebut pada dasarnya meliputi 3 (tiga) strategi utama yakni pemberdayaan masyarakat (community empowerment), perluasan kesempatan (promoting opportunity) dan pengembangan perlindungan social (enhancing social security).. Berdasarkan ranking alternatif strategi yang didapatkan melalui analisis SWOT, diketahui strategi yang paling efektif ialah Weakness Opportunities (WO). Berdasarkan kondisi tahapan tingkat keberdayaan masyarakat beserta model treatment untuk meningkatkan tingkat keberdayaan tersebut, upaya merumuskan strategi pemberdayaan masyarakat berbasis konservasi dapat dikembangkan melalui 3 (tiga) prinsip, yaitu mengamankan (save it), untuk mengembangkan prinsip ini dapat direncanakan dengan program penguatan kelembagaan, dan program pengentasan kemiskinan, mempelajari (study it), dalam mengembangkan prinsip ini, rancangan strategi pemberdayaan masyarakat dapat dilakukan melalui program penyediaan pelayanan sosial dasar terutama pendidikan dan kesehatan, termasuk ketrampilan teknis dan manajerial usaha, memanfaatkan (use it), dalam mengembangkan prinsip ini, dapat dilakukan melalui program peningkatan keswadayaan masyarakat, pengembangan penciptaan lapangan kerja produktif dan pengembangan sistem advokasi khusus di bidang supremasi hukum, HAM dan demokratisasi. Peningkatan kualitas SDM menjadi prioritas utama karena kualitas SDM (termasuk dalam peran kelembagaan desa) masih menjadi faktor kelemahan (weakness) yang dominan yang ada dalam merumuskan strategi pemberdayaan masyarakat, sehingga faktor ini perlu dibenahi dan ditingkatkan melalui program-program yang telah dicanangkan. Kualitas SDM yang baik diharapkan dapat meningkatkan kualitas produksi hasil SDA (mangrove) secara imbang lestari, mengingat adanya faktor-faktor peluang (opportunities) yang potensial di Desa Curahsawo yakni adanya potensi sumberdaya alam yang mendukung (kondisi ekosistem mangrove yang sehat) dengan didukung semakin berkembangnya penelitian tentang mangrove dan manfaatnya bagi manusia.

Kata Kunci: hutan mangrove, strategi konservasi, strategi pemberdayaan masyarakat

Refbacks

  • There are currently no refbacks.